Tuesday, December 25, 2012

Sifat-Sifat Stratifikasi Sosial


Sistem lapisan yang ada pada masyarakat bersifat tertutup (closedsocial stratification) dan bersifat terbuka (open social stratification).Lapisan sosial yang bersifat tertutup, membatasi kemungkinanpindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan yang lain secaravertikal (ke atas atau ke bawah). Di dalam sistem tertutup ini, satusatunyajalan untuk menjadi anggota yaitu melalui kelahiran atauketurunan. Masyarakat yang menganut sistem lapisan sosial tertutup,yaitu masyarakat yang masih menganut paham feodalisme, atau statusmasyarakat yang ditentukan atas dasar ukuran perbedaan ras dansuku bangsa. Di India, lapisan sosial masyarakat tertutup terwujuddalam kasta berdasarkan agama Hindu.
Lapisan masyarakat di India yang menganut sistem kasta, yangmemiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Keanggotaan pada kasta diperoleh karena kelahiran (anak yanglahir memperoleh kedudukan orangtuanya).
  2. Keanggotaan yang diwariskan berlaku seumur hidup karenase seorang tidak mungkin mengubah kedudukannya, kecualijika dikeluarkan dari kastanya.
  3. Perkawinan bersifat endogami, artinya dari orang yangsekasta.
  4. Hubungan dengan kelompok-kelompok sosial lainnya bersifatterbatas.
  5. Kesadaran pada keanggotaan suatu kasta tertentu, terutamanyata dari nama kasta, identifikasi anggota kastanya, danpenyesuaian diri yang ketat terhadap norma-norma kasta.
  6. Kasta diikat oleh kedudukan yang secara tradisional ditetapkan.
  7. Prestise suatu kasta benar-benar diperhatikan.
Sistem kasta di India telah ada sejak berabad-abad yang lalu,yang disebut Yati, sedangkan sistemnya disebut Varna. Kasta padamasyarakat tersusun dari atas ke bawah, yaitu sebagai berikut.
  1. Brahmana, yaitu kasta para pendeta agama Hindu, yangmerupakan lapisan tertinggi pada masyarakat.b . Ksatria, yaitu kasta para bangsawan dan tentara.
  2. Waisya, yaitu kasta para pedagang. Kasta ini dianggap sebagaikelompok lapisan menengah pada masyarakat.
  3. Sudra, yaitu kasta yang dimiliki oleh orang kebanyakan ataurakyat jelata.
  4. Di dalam sistem kasta ini terdapat kelompok masyarakat yangtidak memiliki kasta, yaitu mereka yang termasuk para penjahat atau budak. Adapun mereka yang tidak berkasta disebut kaum Paria.
Susunan kasta tersebut kedudukannya sangat kompleks dansampai sekarang masih tetap dipertahankan walaupun masyarakatIndia sendiri terkadang tidak mengakuinya.Sistem kasta seperti di India, terdapat pula di belahan bumi yanglain, tetapi pemisahannya tidak berdasarkan kedudukan seseorangpada masyarakat, tetapi berdasarkan warna kulit. Salah satu kelompokmasyarakat yang memiliki warna kulit tertentu mendapat kedudukanyang istimewa dibandingkan dengan kelompok masyarakat yangmemiliki warna kulit lainnya.

Lapisan sosial bersifat tertutup ini lebih bersifat statis, terutamamereka yang berada pada lapisan bawah jarang memiliki cita-citatinggi karena masyarakat akan melecehkannya atau terkadangkeberhasilan yang ditempuh seseorang tidak diakui. Dengandemikian, kedudukan yang dimiliki setiap individu sebagai anggotamasyarakat relatif bersifat permanen. Begitu pula hubungan yangdilakukan dengan sesama anggota masyarakat yang berlainan lapisan harus dibatasi sesuai dengan kedudukan sosial yang dimiliki.Sistem lapisan sosial tertutup ini sering disebut sebagai sistem yangkaku atau ekstrim. Akibatnya, kemampuan pribadi tidak diperhitungkandalam menentukan tinggi rendah kedudukan seseorangdi masyarakat.
Sistem pelapisan sosial tertutup dalam masyarakat memilikiciri-ciri sebagai berikut:
  1. Kedudukan ditentukan atas dasar keturunan.
  2. Kedudukan yang diperoleh atas dasar keturunan tidak dapatdiubah dan berlaku seumur hidup, kecuali karena suatupelanggaran sehingga seorang pewaris kedudukan dikeluarkandari kelompoknya.
  3. Hubungan antarsesama ditentukan atas dasar kesamaankedudukan dengan mengikuti pola perilaku dan tata krama adatyang berlaku.
  4. Harga diri yang dimiliki individu merupakan pandanganhidupnya.
Sistem sosial lapisan tertutup ini dalam batas-batas tertentudijumpai pula pada masyarakat Bali, tetapi tidak ketat seperti halnyadi India. Di Bali pun masyarakat terbagi menjadi empat lapisan yangterdiri atas brahmana, ksatria, veicya (waisya), dan sudra. Ketigalapisan pertama disebut Triwangsa, dan lapisan terakhir yang terdiriatas orang kebanyakan disebut Jaba. Lapisan sosial tersebut dapatdiketahui dari nama-nama depan yang dipakai orang Bali, seperti:
  1. nama bagi lapisan Brahmana, yaitu Ida Bagus untuk laki-laki danIda Ayu untuk wanita;
  2. laki-laki lapisan Ksatria memiliki nama Cokorda;
  3. lapisan Veicya dengan nama Gusti;
  4. nama depan yang dipakai oleh lapisan Sudra yaitu Putu atauGede, Made, Nyoman, Wayan.
Kedudukan atau lapisan sosial berdasarkan kasta saat inisudah tidak berlaku lagi karena adanya kemajuan di bidangpendidikan. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahanperubahanstatus seseorang sehingga kedudukan mereka akantampak pada latar belakang pendidikan dan pekerjaan yangdimiliki dan lapisan sosial tidak dapat diukur dari keturunanseseorang. Demikian juga halnya dengan perkawinan yangdilakukan, dapat terjadi antara seseorang yang berasal dariketurunan Brahmana atau bangsawan dapat menikah dengan orangyang berasal dari keturunan rakyat biasa.

Sebaliknya di dalam sistem terbuka, setiap anggota masyarakatmemiliki kesempatan berusaha dengan kecakapan sendiri untuknaik ke lapisan yang lebih atas. Namun, bagi mereka yang kurangberuntung dapat turun ke lapisan yang lebih bawah daripada lapisansemula. Pada sistem sosial lapisan terbuka ini, akan memberi peluangyang lebih besar kepada setiap anggota masyarakat untuk dijadikanlandasan membangun dirinya dan masyarakat ke arah kehidupanyang lebih baik, dibandingkan dengan sistem tertutup. Pada sistemlapisan terbuka ini kemungkinan terjadinya mobilitas sosial lebihbesar.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz