Monday, December 24, 2012

Pengertian Diferensiasi Sosial



Istilah diferensiasi sudah dikenal oleh bangsa Indonesia sejak zaman dahulu kala. KitabSutasoma yang dikarang oleh Empu Tantular, seorang pujangga besar kerajaan Majapahit,telah memuat kata-kata indah: “Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa”. Katakatainilah yang sekarang diadopsi sebagai salah satu prinsip dalam memelihara persatuandan kesatuan bangsa, yakni tertulis dalam pita yang dicengkeram oleh lambang negara Indonesia,Pancasila, yakni “Bhinneka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi SatuJua”.
Pada dasarnya diferensiasi menunjukkan adanya keragaman. Bangsa Indonesiamemiliki keragaman yang luar biasa yang merupakan potensi tersendiri bagi pembangunan,baik ditinjau dari suku, adat istiadat, bahasa, ras, budaya, agama, dan lain sebagainya.Keragaman seperti ini menunjukkan adanya diferensiasi sosial pada masyarakat Indonesia.Konsep diferensiasi sosial tidak harus diartikan sebagai suatu diferensiasi derajat danmartabat manusia. Konsep diferensiasi sosial menunjukkan adanya diferensiasi yangterdapat pada masyarakat tanpa memandang kelas-kelas sosial yang bersifat hierarchies.Dengan demikian, konsep diferensiasi sosial lebih diartikan sebagai keragaman yangbersifat horisontal, bukan pembedaan kelas yang bersifat vertikal.
Diferensiasi sosial atau perbedaan sosial merupakan pembedaan warga masyarakatke dalam golongan-golongan atau kelompok-kelompok secara horisontal. Berbeda denganstratifikasi sosial atau pelapisan sosial yang mengelompokkan masyarakat ke dalam strukturkelas yang bersifat hierarkhies dan vertical, diferensiasi sosial atau diferensiasi sosialmengelompokkan masyarakat secara horizontal, yakni pengelompokan masyarakat darisudut fisik semata.
Namun demikian, seperti halnya stratifikasi sosial (pelapisan sosial), diferensiasi sosial(perbedaan sosial) menunjukkan adanya keanekaragaman yang terjadi dalam kehidupanmasyarakat. Keanekaragaman seperti ini merupakan potensi pembangunan tersendiriyang patut disyukuri. Keanekaragaman yang ada dalam masyarakat akan memicu prosesdinamika dalam kehidupan masyarakat tersebut. Adapun diferensiasi sosial (perbedaansosial) tersebut mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ciri-ciri fisik, yakni ciri-ciri yang berhubungan dengan sifat-sifat yang ditunjukkanoleh ras, seperti: bentuk dan warna rambut, warna kulit, postur tubuh, bentuk dan warnamata, dan lain sebagainya. Pada prinsipnya ciri-ciri fisik yang ditunjukkan oleh manusiamerupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa sehingga adanya politik aphartheid ataurasdiskriminasi yang sempat diterapkan di Afrika Selatan merupakan pelanggaranterhadap nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai ketuhanan.
  2. Ciri-ciri sosial, yakni ciri-ciri yang berhubungan dengan fungsi warga masyarakat dalamkehidupan bermasyarakat. Sebagaimana yang diketahui bahwa setiap warga masyarakatmemiliki fungsi dan tugas yang berbeda-beda yang berkaitan dengan profesi, pekerjaan,maupun mata pencaharian sehari-hari, baik untuk kepentingan dirinya sendiri maupununtuk kepentingan sosial. Profesi, pekerjaan, maupun mata pencaharian yang dipilih oleh seseorang tidak menunjukkan adanya tingkatan yang bersifat vertikal, melainkanmenunjukkan adanya perbedaan bakat dan minat antara orang yang satu dengan orangyang lain yang bersifat horisontal.
  3. Ciri-ciri budaya, yakni yakni ciri-ciri yang berhubungan dengan adat istiadat dan kebudayaanyang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Setiap bangsa memilikiadat istiadat dan kebudayaan yang berbeda-beda. Bangsa Indonesia terdapat sekitardua ratusan sistem adat dan sistem budaya, seperti yang terdapat pada masyarakatJawa, Sunda, Bali, Madura, Lombok, Batak, Dayak, dan lain sebagainya. Dalamcakupan dunia tentu sistem adat dan system budaya akan semakin banyak jumlahnya.Masyarakat Asia, Afrika, Australia, Eropa, dan Amerika tentu mamiliki karakteristikyang khas yang membedakan satu sama lain.
  4. Diferensiasi tingkatan (rank differentiation), terjadi akibat adanyaketidakseimbangan penyaluran barang dan jasa yang dibutuhkanke suatu daerah. Penyalurannya melalui berbagai tangansehingga sampai ke tujuan memiliki harga yang berbeda.
  5. Diferensiasi fungsional (functional differentiation), terjadi karenaadanya pembagian kerja yang berbeda-beda di suatu lembagasosial. Setiap orang yang bekerja harus melaksanakan kewajibansesuai dengan fungsinya.
  6. Diferensiasi adat (custom differentiation), aturan dan normayang mengikat masyarakat muncul di suatu daerah sebagaikebutuhan. Munculnya norma atau aturan untuk mengaturketenteraman dan ketertiban masyarakat sengaja diadakanpada saat dan situasi tertentu karena keberadaannya memangdibutuhkan. Adanya aturan atau norma yang muncul, sejalandengan nilai yang ada pada masyarakat bersangkutan, agarperilaku setiap warganya terkendali.

Diferensiasi sosial (perbedaan sosial) memang dapat menyebabkan timbulnyastra-tifikasi sosial (pelapisan sosial) karena diferensiasi sosial (perbedaan sosial) dapatmempengaruhi seseorang dalam memberikan pertimbangan, penilaian, dan akhirnyapemilihan terhadap suatu golongan tertentu yang dianggapnya cocok dengan bakat, minat,dan keyakinannya. Namun demikian, tidak semua diferensiasi sosial (diferensiasi sosial)yang ada akan mengarah kepada terbentuknya stratifikasi sosial (pelapisan sosial), meskipunstratifikasi sosial (pelapisan sosial) sangat berperan dalam mengekalkan diferensiasi sosial(perbedaan sosial). Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama yangberkaitan dengan teknologi komunikasi, merupakan kekuatan baru yang dapat mengurangilintas batas dari diferensiasi sosial (perbedaan sosial) yang ada.
Berdasarkan jenisnya, diferensiasi sosial dapat dibedakansebagai berikut:
  1. Diferensiasi tingkatan (rank differentiation), terjadi akibat adanyaketidakseimbangan penyaluran barang dan jasa yang dibutuhkanke suatu daerah. Penyalurannya melalui berbagai tangansehingga sampai ke tujuan memiliki harga yang berbeda.
  2. Diferensiasi fungsional (functional differentiation), terjadi karenaadanya pembagian kerja yang berbeda-beda di suatu lembagasosial. Setiap orang yang bekerja harus melaksanakan kewajibansesuai dengan fungsinya.
  3. Diferensiasi adat (custom differentiation), aturan dan normayang mengikat masyarakat muncul di suatu daerah sebagaikebutuhan. Munculnya norma atau aturan untuk mengaturketenteraman dan ketertiban masyarakat sengaja diadakanpada saat dan situasi tertentu karena keberadaannya memangdibutuhkan. Adanya aturan atau norma yang muncul, sejalandengan nilai yang ada pada masyarakat bersangkutan, agarperilaku setiap warganya terkendali.

Perbedaan-perbedaan sosial di masyarakat bukan merupakanperbedaan yang akan mengakibatkan terjadinya konflik (pertentangan),melainkan akan mengisi setiap kedudukan yang tersediasesuai dengan hak masing-masing.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz