Tuesday, December 25, 2012

Diferensiasi Jenis Kelamin dan Profesi


Jenis kelamin merupakan salah satu kategori yang diperoleh manusia sejak lahir. Jenis kelamin juga merupakan salah satu unsurpembeda dalam diferensiasi sosial. Secara hakiki, perbedaan lakilaki dengan perempuan bersifat horizontal atau tidak menunjukkan perbedaan derajat yang tinggi atau rendah sebab perbedaan tersebut hanya menyangkut bentuk dan sifat dasar.

Di berbagai bidang kehidupan, perbedaan jenis kelamin bukanlah halangan untuk melakukan suatu pekerjaan. Saat ini, banyak wanita yang menggeluti bidang pekerjaan yang dahulu hanya dilakukan oleh kaum laki-laki, meskipun ada beberapa pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan oleh wanita. Contohnya, seperti bekerja menjadi tukang becak atau bekerja di pengeboran minyak lepas pantai.
Diferensiasi jenis kelamin merupakan pembedaan manusia berdasarkan perbedaan jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam masyarakat, pembedaan ini cenderung pada pengertian gender, yaitu pembedaan antara laki-laki dan perempuan secara budaya.Pembedaan ini cenderung pada pembedaan peranan antara laki-laki dan perempuan. Misalnya dalam suatu keluarga, peranan seorang laki-laki sebagai kepala keluarga, sedangkan perempuan adalah sebagai ibu rumah tangga atau yang bertugas mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan rumah tangga.Sebagai kepala keluarga, seorang laki-laki berkewajiban mencari nafkah untuk keluarganya, mencintai anak istrinya, serta bertanggung jawab atas pendidikan anak-anaknya. Sementara itu seorang perempuan sebagai ibu rumah tangga berkewajiban untuk membantu suami dan mengasuh anak-anaknya, serta mempersiapkan kebutuhan keluarga.
Di samping itu, perbedaan penilaian antara laki-laki danperempuan dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut.
  1. Secara biologis, fisik pria relatif lebih kuat di-bandingkandengan fisik perempuan. Hal ini berkaitan denganproduktivitas fisik, terutama dalam hal pekerjaan.
  2. Secara psikologis, mendidik dan membesarkan anak perempuan relatif lebih sulit dan berat dibandingkandengan anak laki-laki. Mendidik anak perempuan apabila terlalu protektif, anak akan menjadi tertekan,namun apabila terlalu longgar, si anak akan terjebak dalam pergaulan bebas yang akan merugikan dirinyasendiri.
  3. Adanya pandangan bahwa anak laki-laki adalahpenerus garis keturunan keluarga. Pandangansemacam ini, lebih khusus ada dalam masyarakat yangmenganut sistem kekerabatan patrilineal, di mana lakilakimemang menjadi penerus garis keturunankeluarga. Contohnya pada masyarakat Jawa dan Batak.
Perbedaan tersebut adakalanya menimbulkan konflikperanan antara laki-laki dan perempuan. Konflik peranantersebut terjadi karena adanya perbedaan sosial antaralain jenis, hak-hak, dan kewajiban yang dijalankansehubungan dengan kedudukan yang dimilikinya seringbertentangan. Konflik peranan antara laki-laki danperempuan dapat dibedakan atas konflik internindividual atau konflik pribadi dan konflik antarindividualatau konflik antar peranan.
  1. Konflik Intern Individual atau Konflik Pribadi. Konflik pribadi ini misalnya seorang polisi lalu lintasyang harus menangkap anak perempuannya sendirikarena telah melanggar rambu-rambu lalu lintas. Berdasarkan contoh tersebut terlihat adanya konflikperanan yang dialami oleh si ayah yang berstatussebagai polisi yang harus menangkap orang yangmelanggar lalu lintas, sementara itu sebagai seorangayah ia harus membela dan melindungi anaknya.
  2. Konflik Antarindividual atau Konflik Antar–peranan. Konflik antarperanan ini misalnya seorang suami yangbertengkar dengan istrinya mengenai pem-berian uangjajan pada anaknya. Suami menghendaki agar anaknyadiberi uang jajan yang banyak agar tidak merasa rendahdiri, sedangkan istrinya berpendapat agar anaknya diberiuang jajan sedikit saja, karena sudah membawa bekaldari rumah. Berdasarkan contoh tersebut terlihat adanyakonflik peranan antara suami dan istri yang keduanyamemiliki hak dan kewajiban yang sama terhadap sianak. Tetapi karena prinsip mereka berbeda, menyebabkanterjadinya konflik peranan.
Perbedaan Profesi
Kehidupan manusia, terutama yang telah memiliki pekerjaandan menjalankan tugasnya sehari-hari, tidak lepas dari profesi ataukedudukan. Kedudukan yang dimiliki seseorang dilatarbelakangiperan yang berfungsi melaksanakan hak dan kewajiban dalamkegiatan sehari-hari. Profesi akan berdampingan dengan kedudukan.Walaupun setiap orang dapat saja memiliki kedudukan yang samadengan orang lain, profesi dapat berbeda.
Misalnya, dua orang memiliki kedudukan yang berada padalapisan menengah, tetapi mereka memiliki profesi yang berbeda.Bapak R profesinya sebagai dokter, sedangkan bapak T seorangpsikiater, dan keduanya memiliki kedudukan terhormat dalammasyarakat walaupun berbeda profesi.Setiap orang memiliki profesi yang umumnya didapat dandisesuaikan dengan latar belakang pendidikan, keterampilan, dankeahlian. Perbedaan profesi akan berhubungan dengan perbedaansumber dan besarnya pendapatan, sebagai hak yang harus diterimaseseorang. Misalnya sebagai berikut.
  1. Seorang penarik becak menjalankan kewajibannya dengancara mengantarkan keinginan penumpang ke tempat tujuan,kemudian memperoleh hak berupa pembayaran jasa yangdisepakati.
  2. Seorang pengemudi angkutan kota menjalankan kewajibannyamembawa penumpang pada jalur (rute) yang telah ditentukan,begitu pula halnya dengan pembayaran jasa penumpang. Jalurdan besarnya pembayaran jasa angkutan kota ditentukan olehDinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Dinas Angkutan LaluLintas Jalan Raya (DLLAJR).
Kewajiban yang dijalankan oleh orang yang memiliki profesidapat berbeda-beda, begitu pula cara dan sumber imbalan sebagaihak yang diterima. Perbedaan antara suatu profesi dan profesi lainbersifat horizontal sebab tidak ada sesuatu jenis pekerjaan yanglebih baik daripada pekerjaan lain. Dalam hubungannya dengandiferensiasi sosial, setiap profesi jangan dinilai atau diukur secaraekonomis dan normatif sebab jika dinilai secara ekonomi hanya akanmenggambarkan tinggi-rendah atau baik-buruknya. Contohnya,penghasilan seorang dokter lebih besar dibandingkan penarikbecak, tetapi bukan karena penghasilan dokter lebih besar kemudianbersikap merendahkan tukang becak. Semua pekerjaan mungkinberbeda jenisnya, namun kita harus melihat manusianya, yaknisama-sama makhluk Tuhan.
Profesi merupakan suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus. Orang yangtelah ahli dan menggeluti bidang pekerjaan tertentu dikenal sebagai orang yangprofesional. Dalam kehidupan bermasyarakat telah tumbuh dan berkembang berbagaimacam profesi atau pekerjaan yang merupakan sumber penghasilan seperti guru, dokter,arsitek, seniman, militer, olah ragawan, politisi, advokat, petani, pedagang, pengusaha,bankir, dan lain sebagainya.
Kecenderungan orang untuk menjaga dan mengembangkan profesionalisme telahmenjadi pendorong bagi terbentuknya organisasi profesi. Di antara organisasi profesitersebut adalah:
  1. PWRI (Persatuan wartawan Seluruh Indonesia).
  2. AJI (Aliansi Jurnalistik Independen). 
  3. IDI (Ikatan Dokter Indonesia).
  4. PGRI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia).
  5. TNI (Tentara Nasional Indonesia).
Selaras dengan perkembangan zaman, manusia dituntut untuk profesional. Oleh karenaitu, mau tidak mau manusia harus memilih salah satu bidang yang menjadi kecenderunganterkuat dari dirinya sehingga benar-benar ahli dalam bidang yang dipilih tersebut. Tumbuhdan berkembangnya beberapa profesi yang kemudian dikokohkan lagi dengan terbentuknyaberbagai macam organisasi profesi seperti di atas telah menunjukkan adanya diferensiasisosial yang ada dalam kehidupan sosial.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz