Tuesday, October 9, 2012

Perubahan Sosial sebagai dampak Globalisasi dan Cara Mengatasinya


(Materi belajar Sosiologi kelas XII MA)

PERUBAHAN SOSIAL SEBAGAI DAMPAK GLOBALISASI
Proses globalisasi telah menimbulkan berbagai problematika baru, antara lain sebagai berikut:
1.      Pluralitas  masyarakat Indonesia tidak hanya dalam bentuk budaya, tetapi juga dimensi sosial, politik, dan ekonomi masyarakat, sehingga globalisasi membawa dampak yang sangat kompleks.
2.      Salah satu dampak globalisasi informasi bagi bangsa Indonesia yaitu dimulai dari timbulnya krisis moneter  yang kemudian berkembang menjadi krisis multidimensi.  Dalam waktu singkat Indonesia mengalami keterpurukan, munculnya anarkisme, isu SARA, dan tindakan sparatisme.
3.      Kemajuan teknologi informasi telah menjadikan jarak spasial semakin dekat  dan jarak waktu semakin memendek. Akibatnya bagi negara Indonesia yang berorientasi  kepada negara maju, dalam waktu singkat dapat beradaptasi  terutama dibidang teknologi, ekonomi, sosial dan budaya. Akhirnya tidak menutup kemungkinan munculnya kehidupan sosial budaya dalam kondisi persaingan yang snagat tajam, rasa solidaritas semakin menurun, manusia solah tidak begitu peduli lagi dengan kehidupan orang lain.
4.      Namun di sisi lain, dampak perubahan sosial telah membawa perubahan yang positif, antara lain; perkembangan IPTEK yang akan meningkatkan kualitas kerja  manusia dan terciptanya lapangan pekerjaan yang baru yang nantinya akan mengurangi jumlah pengangguran.

CARA MENGATASI PERUBAHAN SOSIAL
Akibat dari perubahan sosial salah satunya adalah memudarnya jati diri bangsa. Jati diri ( human character) adalah suatu sifat, watak, rasa, akal, kehendak, semangat, roh kesadaran dan kekuatan yang terdapat dalam jiwa manusia sebagai hasil dari proses belajar tentang nilai-nilai budaya yang luas dan yang muncul dalam perilaku tindakan.
Terdapat jati diri yang bersifat individual, dan juga yang bersifat kolektif (bangsa dan negara). Jati diri bangsa Indonesia tentunya berbeda dengan jati diri manusia, bangsa dan negara lain di dunia.  Jati diri dapat mengkristal menjadi suatu kesadaran dan kekuatan  yang dapat mempengaruhi dan menentukan tindakan atau perilaku, baik individual mapun kelompok.

Cara-cara untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa adalah sebagai berikut:
Jati harus berbasis kepada budaya dan kepribadian bangsa
Jati diri yang telah tersusun harus berbasis kepada budaya dan kepribadian bangsa Indonesia, antara lain; 1) religius, 2) humanis, 3) naturalis, 4) terbuka, 5) demokratis, 6) integrasi dan harmoni, 7) nasionalisme dan patriotisme, 8) berkomitmen terhadap kebenaran, 9) jujur dan adil, 10) profesional, 11) ber-IPTEK, 12) mandiri, 13) etis dan moralis, 14) kepatuhan kepada hukum, 15) berjiwa kemasyarakatan, 16) berjiwa kultural, 17) berjiwa seni dan estetika.
Hal yang sangat memprihatinkan rakyat Indonesia dewasa ini adalah munculnya  kehidupan yang bersifat paradoks dan menjadi bagian dari krisis bangsa yang multidimensial.  
Kondisi yang paradoks itu antara lain berupa masuknya budaya sekuler kedalam kehidupan bangsa Indonesia yang religius dan spiritualis sehingga muncul gaya hidup modern yang materialistik, individualistik, liberalis, hedonis dan vulgar.
Sifat rakyat Indonesia yang sangat menghargai kejujuran, keikhlasan dan kemuliaan manusia, namun yang terjadi banyak orang yang memiliki karakter hipokrit atau munafik. Sifat ramah, terbuka, moderat dan bersahabat, namun yang terjadi sekarang adanya gerakan sosial radikal  yang menggunakan kekerasan, sehingga Indonesia disebut negara sarang teroris.
Untuk mengatasi kondisi sosial yang paradoks tersebut, maka rakyat Indonesia harus membudayakan  dan mensosialisasikan jati diri  bangsa  seperti telah disebutkan sebelumnya.

Memiliki Loyalitas terhadap NKRI
Hubungan antar suku bangsa Indonesia belum harmonis karena masih ada suku bangsa  yang mendominasi suku bangsa lain yang lebih kecil.
Globalisasi dan keterbukaan saat ini telah memperkuat paham etnosentrisme  dan primordialisme sehingga beberapa suku bangsa di Indonesia ingin mendirikan negara merdeka baru.  Tentu saja keinginan ini mengancam eksistensi NKRI, yang akhirnya akan memunculkan konflik sosial dengan kekerasan.
Hendaknya semua pihak meyakini bahwa pembangunan jati diri bangsa Indonesia memiliki tujua akhir, yaitu memperoleh persatuan dan kesatuan bangsa.
Jati diri inilah yang membangun dan mengembangkan bangsa  agar memiliki identitas diri secara komprehensif sebagai pribadi yang percaya kepada diri sendiri, percaya akan potensi dengan kemampuan sendiri, mempertahankan harga diri, bersikap terbuka dan moderat.

Pembudayaan Jati Diri  melalui Sosialisasi dan Internalisasi  yang Berkelanjutan.
Bangsa kita tidak berjati diri keras atau barbar, tetapi berjati diri halus, terbuka, moderat dan toleran, serta selalu menjauhkan diri dari tindakan kekerasan.
Oleh karena itu perlu  dilakukan pembudayaan jati diri melalui sosialisasi  dan internalisasi  yang berkelanjutan melalui wadah atau tempat seperti; lembaga keluarga, lembaga pendidikan, swasta, maupun pemerintah, organisasi sosial, terutama organisasi politik, penyelenggara negara baik sipil maupun militer, asosiasi sosial ekonomi, media massa, tokoh masyarakat, budaya dan agama dan individu sebagai warga negara.
Memiliki Komitmen Tinggi untuk Pelestarian Unsur dan Nilai Sosial
Kita harus menyadari bahwa setiap masyarakat akan menghadapi masalah perubahan sosial yang selalu terjadi sebagai dampak dari proses-proses sosial, seperti modernisasi dan industrialisasi
Menurut Anthony Giddens, dampak dari modernisasi ada yang positif dan ada yang negatif. Modernisasi itu membawa perubahan-perbuhan menuju kemajuan  sekaligus juga membawa perubahan yang bersifat negatif seperti runtuhnya institusi sosial dan pudarnya budaya lokal. Tradisi dan budaya lokal dapat hilang secara perlahan-lahan  karena ditinggalkan oleh masyarakatnya sendiri.
Bangsa dan negara Indonesi akan menjadi  bangsa dan negara besar. Oleh karena itu harus memiliki identitas diri dan jati diri yang khas  yang berbeda dengan bangsa dan negara lainnya.  Sehingga bangsa Indonesia akan memberikan sumbangan besar bagi peradaban umat manusia dikemudian hari.

4 comments:

siti nurjanah said...

masih bnyak masyarakat d sejirtr qt yg masih loem mngerti ttg hal itu
masih bnyak masayrk d plosok2 yg loem dapt ilmu pendidikan
shgga masih asulit untuk mngujudkny

rahmah suci said...

kita juga punya nih jurnal mengenai dampak sosial ekonomi, silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya

http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/2911/1/74-Pengungkapan%20Corporate%20Sosial%20Responsibility%20(CSR).pdf
semoga bermanfaat yaa :)

Anonymous said...

Terimakasih anaajat, karnamu tugaa ku kelar. tanpamu aku tidak dapat nilai, dan guruku akan marah

Gemilang Ramadhann said...

Aku senang sekali karena postingmu ini tugas aku sudah slesai, dan guruku tidak marah kepadaku. Terimakasih ya anaajat. Salam cinta dariku

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz