Friday, October 5, 2012

Karakteristik, Sifat dan BentukStratifikasi Sosial


KARAKTERISTIK STRATIFIKASI SOSIAL
Ada tiga karakteristik stratifikasi sosial dalam masyarakat, yaitu perbedaan kemampuan atau kesanggupan, perbedaan gaya hidup, dan perbedaan hak dan akses dalam pemanfaatan sumber daya.

Perbedaan Kemampuan atau Kesanggupan

Kelompok masyarakat yang berada pada lapisan sosial tinggi akan memiliki kemampuan yang lebih besar jika dibandingkan mereka yang berada di lapisan bawah. Kemampuan yang dimaksud, antara lain kemampuan dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Kelompok masyarakat golongan atas akan dengan mudah untuk memiliki rumah, mobil, dan perhiasan dibandingkan golongan kelas bawah.

Perbedaan Gaya Hidup (Life style)
Gaya berpakaian merupakan salah satu dari gaya hidup. Hal lain yang termasuk gaya hidup adalah tempat makan dan makanan yang dimakan.

Perbedaan Hak dan Akses dalam Memanfaatkan Sumber Daya
Masyarakat yang menduduki lapisan sosial atas akan makin banyak fasilitas dan hak yang diperoleh. Sementara itu, masyarakat lapisan bawah dan tidak menduduki jabatan strategis apapun akan sedikit mendapatkan hak dan fasilitas

SIFAT STRATIFIKASI SOSIAL
Stratifikasi sosial dalam masyarakat ada yang bersifat tertutup dan terbuka. Sifat stratifikasi sosial tersebut adalah sebagai berikut:

Stratifikasi Sosial Tertutup (Closed Social Stratification)
Pada stratifikasi sosial tertutup membatasi kemungkinan berpindahnya seseorang dari satu lapisan ke lapisan lain baik yang merupakan gerak ke atas dan gerak ke bawah. Satusatunya jalan untuk menjadi anggota dalam stratifikasi sosial tertutup adalah kelahiran. Stratifikasi sosial tertutup terdapat dalam masyarakat feodal dan masyarakat berkasta.

Sistem Kasta dalam Masyarakat India
Sistem kasta dalam masyarakat India telah ada sejak berabad-abad yang lalu. Apabila ditelaah, pada masyarakat India sistem lapisan masyarakatnya sangat kaku dan menjelma dalam diri kasta-kasta. Kasta-kasta di India mempunyai ciriciri tertentu, sebagai berikut.
  1. Keanggotaan pada kasta diperoleh karena warisan atau kelahiran sehingga anak yang lahir memperoleh kedudukan yang sama dengan orang tuanya.
  2. Keanggotaan yang diwariskan berlaku seumur hidup. Untuk itu, seseorang tidak mungkin mengubah kedudukannya kecuali apabila ia keluar dari kastanya.
  3. Perkawinan bersifat endogami, yaitu dipilih dari orang yang sekasta.
  4. Hubungan dengan kelompok-kelompok lainnya bersifat terbatas.
  5. Kasta diikat oleh kedudukan-kedudukan yang secara tradisional telah ditetapkan.
  6. Prestise suatu kasta benar-benar diperhatikan.
Istilah kasta dalam bahasa India adalah yati dan sistemnya disebut varna. Menurut kitab Rig Veda dan kitab-kitab Brahmana, dalam masyarakat India dijumpai empat varna yang tersusun dari atas ke bawah. Kasta-kasta tersebut adalah brahmana, ksatria, waisya, dan sudra. Kasta brahmana merupakan kasta pendeta dan dipandang sebagai kasta tertinggi. Ksatria merupakan kasta para bangsawan dan tentara serta dipandang sebagai kasta kedua. Kasta waisya merupakan kasta pedagang dan dianggap sebagai lapisan menengah. Sudra adalah kasta orang-orang biasa atau rakyat jelata.

Masyarakat Feodal
Pola dasar stratifikasi sosial dalam masyarakat feodal berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Pola dasar stratifikasi sosial masyarakat feodal adalah sebagai berikut.
  1. Raja dan bangsawan merupakan pusat kekuasaan yang harus dihormati serta ditaati oleh rakyatnya. Raja memiliki kewenangan serta hak-hak istimewa.
  2. Lapisan utama diduduki oleh raja dan kaum bangsawan.
  3. Rakyat harus mengabdi pada raja serta bangsawan.
Masyarakat yang Lapisan Sosialnya Tergantung pada Perbedaan Rasial (Politik Rasial)
Masyarakat dengan lapisan sosial seperti ini pernah terjadi di Afrika Selatan saat pelaksanaan politik apartheid. Saat itu Afrika Selatan masih berada di bawah kekuasaan bangsa Inggris. Pemerintah penguasa membedakan segala kegiatan antara kulit hitam dan kulit putih. Dalam perkembangannya, politik apartheid banyak dikecam masyarakat dunia sampai akhirnya politik ini berakhir dari Afrika Selatan. Sistem yang sama pernah berlangsung di Amerika Serikat dengan nama segregation. Sistem ini juga melakukan pembedaan masyarakat menjadi masyarakat kulit berwarna terutama orang Negro dan kulit putih.

Stratifikasi Sosial Terbuka (Open Social Stratification)
Dalam stratifikasi sosial terbuka kemungkinan untuk pindah dari satu lapisan ke lapisan lain sangat besar. Stratifikasi sosial terbuka memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berpindah lapisan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan bagi masyarakat yang kurang cakap dan tidak beruntung bisa jatuh ke lapisan sosial di bawahnya.
Dalam kenyataannya sistem stratifikasi sosial tidak hanya bersifat terbuka dan tertutup saja, tetapi bersifat campuran. Jadi, ada kemungkinan di dalam suatu masyarakat terdapat unsur-unsur gabungan dari keduanya. Misalnya, dalam sistem ekonomi menggunakan sistem stratifikasi sosial terbuka, sedangkan pada bidang lain bersifat tertutup.

BENTUK-BENTUK STRATIFIKASI SOSIAL
Setiap lapisan dalam susunan tertentu mempunyai sifat dan kesatuannya sendiri. Namun demikian, setiap lapisan memiliki sifat yang menghubungkan suatu lapisan dengan lapisan yang berada di bawah atau di atasnya. Secara sederhana, stratifikasi sosial terbagi ke dalam tiga lapisan, yaitu lapisan atas (upper), lapisan menengah (middle), dan lapisan bawah (lower). Bentuk stratifikasi sosial dalam masyarakat ada bermacam-macam, seperti stratifikasi ekonomi, stratifikasi politik, dan stratifikasi sosial.

a. Stratifikasi Ekonomi
Stratifikasi ekonomi dapat dilihat dari segi pendapatan, kekayaan, dan pekerjaan. Stratifikasi ekonomi mendasarkan pelapisan pada faktor ekonomi. Jadi, orang-orang yang mampu memperoleh kekayaan ekonomi dalam jumlah besar akan menduduki lapisan atas. Sebaliknya, mereka yang kurang atau tidak mampu akan menduduki lapisan bawah. Dengan demikian, kemampuan ekonomi yang berbeda menyebabkan terjadinya stratifikasi ekonomi.
Golongan masyarakat yang menduduki lapisan atas dalam stratifikasi ekonomi, misalnya pengusaha besar, pejabat, dan pekerja profesional yang memiliki penghasilan besar. Sementara itu, golongan yang menduduki lapisan sosial paling bawah, antara lain gelandangan, pengemis, pemulung, dan buruh tani. Stratifikasi ekonomi bersifat terbuka karena memungkinkan bagi masyarakat untuk pindah ke lapisan sosial yang lebih tinggi jika mampu dan berprestasi.

b. Stratifikasi Sosial
Pelapisan jenis ini berhubungan dengan status atau kedudukan seseorang dalam masyarakat. Menurut Max Weber, manusia dikelompokkan dalam kelompok-kelompok status berdasar atas ukuran kehormatan. Kelompok status ini didefinisikan Weber sebagai kelompok yang anggotanya memiliki gaya hidup tertentu dan mempunyai tingkat penghargaan sosial dan kehormatan sosial tertentu.
Pembagian pelapisan pada kriteria sosial maksudnya adalah stratifikasi, antara lain dalam arti kasta, pendidikan, dan jenis pekerjaan. Stratifikasi sosial berdasarkan kasta dapat dijumpai pada masyarakat India. Masyarakat India menjalankan sistem kasta secara ketat dan kaku. Sistem kasta ini didasarkan pada agama Hindu. Dalam sistem kasta tidak memungkinkan bagi seseorang untuk dapat pindah dari satu lapisan ke lapisan yang lainnya.
Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria pendidikan karena orang-orang di dalam sangat menghargai pendidikan sehingga menempatkan mereka yang berpendidikan tinggi ke dalam kedudukan yang tinggi pula. Stratifikasi sosial bidang pendidikan bersifat terbuka, artinya seseorang dapat naik pada tingkat yang lebih tinggi apabila dia mampu dan berprestasi. Stratifikasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut.
  1. pendidikan sangat tinggi, antara lain doktor dan profesor;
  2. pendidikan tinggi, antara lain sarjana dan mahasiswa;
  3. pendidikan menengah adalah mereka yang mengenyam bangku SMA;
  4. pendidikan rendah adalah mereka yang mengenyam pendidikan hanya sampai tingkat SD dan SMP;
  5. tidak berpendidikan atau buta huruf.
Stratifikasi bidang pendidikan bersifat terbuka, artinya memberikan peluang bagi masyarakat yang berprestasi dan mampu untuk naik ke lapisan yang lebih tinggi. Dalam dunia pendidikan tinggi, seseorang akan dapat meraih gelar kesarjanaan apabila telah menyelesaikan penelitian atau karya ilmiahnya. Saat ini, banyak terjadi mahasiswa yang tidak membuat sendiri karya ilmiah sebagai tugas akhir perkuliahannya. Akan tetapi, mereka menyerahkannya ke jasa pembuat karya ilmiah dengan membayar sejumlah uang. Melihat fenomena seperti ini, bagaimanakah pendapatmu sehubungan dengan kemampuan seseorang untuk dapat naik ke lapisan yang lebih tinggi di bidang pendidikan?

Stratifikasi berdasarkan kriteria sosial yang lain adalah stratifikasi bidang pekerjaan. Stratifikasi ini mendasarkan pada keahlian, kecakapan, dan keterampilan seseorang. Astried S. Susanto membagi pelapisan sosial bidang pekerjaan berdasarkan ukuran keahlian, sebagai berikut.
  1. Elite adalah orang kaya dan orang-orang yang menempati kedudukan atau pekerjaan yang oleh masyarakat sangat dihargai.
  2. Profesional adalah orang yang berijazah serta bergelar dari dunia pendidikan yang berhasil.
  3. Semi profesional, misalnya pegawai kantor, pedagang, teknisi pendidikan menengah, dan mereka yang tidak berhasil mencapai gelar.
  4. Tenaga terampil, misalnya orang-orang yang mempunyai keterampilan mekanik teknik, pekerja pabrik yang terampil, dan pemangkas rambut.
  5. Tenaga semi terampil, misalnya pekerja pabrik tanpa keterampilan, pengemudi truk, dan pelayan restoran.
  6.  Tenaga tidak terampil, misalnya pembantu rumah tangga, tukang kebun, dan penyapu jalan.
c. Stratifikasi Politik
Indikator yang digunakan untuk membedakan masyarakat berdasarkan dimensi politik adalah kekuasaan. Jadi, politik identik dengan kekuasaan. Mereka yang memiliki kekuasaan terbesar akan menduduki lapisan sosial atas. Begitu pula sebaliknya, yang sedikit bahkan sama sekali tidak memiliki kekuasaan akan berada pada lapisan bawah. Kekuasaan adalah kemampuan untuk memengaruhi individu-individu lain dan memengaruhi pembuatan keputusan kolektif.
Robert D. Putnam mengatakan bahwa kekuasaan adalah probabilitas untuk memengaruhi alokasi nilai-nilai otoritatif. Sementara itu, menurut Max Weber, kekuasaan adalah peluang bagi seseorang atau sejumlah orang untuk mewujudkan keinginan mereka sendiri melalui suatu tindakan komunal meskipun mengalami tentangan dari orang lain yang ikut serta dalam tindakan komunal itu.
Dalam masyarakat, pembagian kekuasaan yang tidak merata sudah terjadi sejak lama. Menurut Gaetano Mosca, dalam setiap masyarakat selalu terdapat dua kelas penduduk, yaitu kelas penguasa dan kelas yang dikuasai. Kelas penguasa jumlahnya lebih sedikit daripada kelas yang dikuasai. Kelas penguasa menjalankan semua fungsi politik, memonopoli kekuasaan, dan menikmati keuntungan yang diberikan oleh kekuasaan itu.
Menurut Vilfredo Pareto ada beberapa asas yang mendasari terbentuknya stratifikasi sosial berkaitan dengan kekuasaan politik, yaitu:
  1. kekuasaan politik, seperti halnya barang-barang sosial lainnya didistribusikan dengan tidak merata;
  2. pada hakikatnya orang yang dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu mereka memiliki kekuasaan politik penting dan mereka yang tidak memilikinya;
  3. secara internal, elite itu bersifat homogen, bersatu, dan memiliki kesadaran kelompok;
  4. elite mengatur sendiri kelangsungan hidupnya dan keanggotaannya berasal dari lapisan masyarakat yang sangat terbatas;
  5. kelompok elite pada hakikatnya bersifat otonom, kebal akan gugatan dari siapa pun di luar kelompoknya mengenai keputusan-keputusan yang dibuatnya.
Namun demikian, asas-asas tersebut lebih banyak digunakan oleh pemerintahan yang diktator. Negara demokratis, kekuasaan telah didistribusikan lebih terfragmentasi ke berbagai kelompok. Siapa pun yang berkuasa biasanya akan selalu dikontrol oleh kelompok-kelompok yang ada di luar sistem.
Penguasa dalam suatu negara disebut sebagai the rulling class atau elite politik. Mereka menduduki lapisan tertinggi dalam stratifikasi politik. Pada stratifikasi politik yang dapat digolongkan sebagai elite politik adalah pemimpin politik, pemimpin militer, pejabat tinggi, dan pengusaha-pengusaha besar.
Mereka yang berkuasa dalam suatu negara hanyalah segolongan kecil sehingga dapat disebut golongan minoritas politik. Sedangkan mereka yang dikuasai disebut sebagai golongan mayoritas karena jumlahnya lebih banyak. Menurut Mosca dan Pareto ada suatu batas dan pembagian yang jelas antara yang berkuasa dan yang dikuasai, antara minoritas dan mayoritas.
Komposisi orang-orang yang ada pada golongan minoritas dan mayoritas dapat berubah-ubah dalam suatu periode waktu. Seseorang yang tadinya bukan dari kelompok elite politik suatu saat bisa masuk menjadi elite politik. Dengan demikian, stratifikasi politik bersifat terbuka.
Stratifikasi politik berdasarkan kekuasaan bersifat bertingkat-tingkat dan menyerupai suatu piramida. Menurut Mac Iver ada tiga pola umum dalam sistem dan lapisan kekuasaan atau piramida kekuasaan, yaitu tipe kasta, tipe oligarki, dan tipe demokratis.
  1. Tipe Kasta. Tipe kasta merupakan sistem pelapisan kekuasaan dengan garis-garis pemisah yang tegas dan kaku. Dalam tipe kasta tidak memungkinkan gerak sosial vertikal. Garis pemisah antara tiap-tiap lapisan tidak mungkin ditembus. Pada puncak piramida kekuasaan diduduki raja, kemudian diikuti oleh kaum bangsawan, tentara, dan pendeta. Lapisan berikutnya terdiri atas tukang dan buruh tani. Lapisan yang terendah adalah para budak
  2. Tipe Oligarki. Dasar pembedaan pada tipe oligarki ditentukan oleh kebudayaan masyarakat setempat, terutama adanya kesepakatan yang diberikan kepada warga masyarakat untuk memperoleh kekuasaan tertentu. Perbedaan antara satu lapisan dengan lapisan lain tidak terlalu mencolok. Tipe oligarki masih mempunyai garis pemisah yang tegas. Tipe oligarki dapat dijumpai pada masyarakat feodal yang telah berkembang terutama di negara yang didasarkan pada aliran fasisme dan negara totaliter. Bedanya bahwa kekuasaan sebenarnya berada di tangan partai politik yang mempunyai kekuasaan menentukan.
  3. Tipe Demokratis. Dalam tipe demokratis garis-garis pemisah antarlapisan sifatnya fleksibel dan tidak kaku. Kelahiran tidak menentukan kedudukan dalam lapisanlapisan yang terpenting adalah kemampuan. Kadang-kadang juga faktor keberuntungan. Misalnya, seseorang dapat menduduki lapisan tertinggi sebagai kelas penguasa karena masuk dalam organisasi politik. Di samping ini adalah piramida kekuasaan tipe demokratis!




















0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz