Thursday, August 16, 2012

Peranan dan Fungsi Nilai

Peranan Nilai Sosial
Nilai memegang peranan penting dalam setiap kehidupan manusia, karena nilai menjadi orientasi dalam setiap tindakan manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi prinsip yang berlaku di suatu masyarakat tentang apa yang baik, benar dan berharga yang seharusnya dimiliki dan dicapai oleh masyarakat. Seorang anak wajib menghargai dan menghormati orang tuanya. Ketika berbicara dengan orang tuanya, anak harus menggunakan
bersikap yang sopan dan tutur kata yang santun. Orang tua juga wajib melindungi dan menyayangi anak-anaknya. Pola interaksi orang tua dan anak tersebut apabila dituntun dengan nilai maka akan menciptakan pola interaksi yang baik dan harmonis di keluarga.


"Butuh semua tulisan ini? UNDUH DISINI"


HANYA DENGAN Rp. 10.000 
ANDA SUDAH MEMILIKI ASURANSI BUMI PUTERA DAN ANDA JUGA BERPELUANG MENDAPATKAN JUTAAN RUPIAH  DARI BISNIS INI; 
BERGABUNGLAH DENGAN KAMI DI INC
 KLIK DISINI



  1. Nilai sebagai pedoman berprilaku. Nilai sebagai pedoman berfungsi memberikan arahan kepada individu atau masyarakat untuk berprilaku sebagaimana yang diinginkan. Nilai menjadi landasan dan motivasi dalam setiap langkah dan perbuatan manusia.
  2. Nilai sebagai kontrol sosial Nilai sebagai alat kontrol sosial yang berfungsi untuk memberikan batasan-batasan kepada manusia untuk bertingkah laku. Prilaku manusia di luar nilai akan mengakibatkan jatuhnya sanksi atau perasaan bersalah.
  3. Nilai sebagai pelindung sosial Nilai sebagai alat pelindung sosial memberikan perlindungan dan memberikan rasa aman kepada manusia, dengan berprilaku sesuai dengan nilai, manusia dapat melakukan tindakan apapun tanpa harus merasa takut.
Apabila nilai-nilai itu lenyap maka kehidupan masyarakat akan tidak beraturan, masing-masing manusia akan bertingkah laku berdasarkan kehendak sendiri. Kehilangan nilai sosial di masyarakat dapat mengakibatkan masyarakat kehilangan identitas dan kehancuran bagi masyarakat itu sendiri. Dalam skup pergaulan kecil antar individu, kehilangan nilai sosial dalam interaksi antar individu dapat menimbulkan konflik antar individu, yang kuat akan menindas yang lemah, yang besar akan memperkosa yang kecil.
Hancurnya nilai sosial juga akan mengakibatkan hancurnya sistem sosial di masyarakat. Akibat terjadi penyimpangan-penyimpangan sosial dan masalah-masalah sosial. Contohnya, proses adaptasi nilai westernisasi yang tidak sesuai dengan nilai yang sebelumnya dianut oleh masyarakat Indonesia seperti pergaulan bebas yang banyak menimbulkan perilaku-perilaku yang tidak sesuai dengan nilai sosial masyarakat Indonesia.

Fungsi Nilai Sosial
Secara garis besar, kita tahu bahwa nilai sosial mempunyai tiga fungsi, yaitu sebagai petunjuk arah dan pemersatu, benteng perlindungan, dan pendorong.
  1. Petunjuk Arah dan Pemersatu. Apakah maksud nilai sebagai petunjuk arah? Cara berpikir dan bertindak anggota masyarakat umumnya diarahkan oleh nilai-nilai sosial yang berlaku. Pendatang baru pun secara moral diwajibkan mempelajari aturan-aturan sosiobudaya masyarakat yang didatangi, mana yang dijunjung tinggi dan mana yang tercela. Dengan demikian, dia dapat menyesuaikan diri dengan norma, pola pikir, dan tingkah laku yang diinginkan, serta menjauhi hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat. Nilai sosial juga berfungsi sebagai pemersatu yang dapat mengumpulkan orang banyak dalam kesatuan atau kelompok tertentu. Dengan kata lain, nilai sosial menciptakan dan meningkatkan solidaritas antarmanusia. Contohnya nilai ekonomi mendorong manusia mendirikan perusahaanperusahaan yang dapat menyerap banyak tenaga kerja.
  2. Benteng Perlindungan. Nilai sosial merupakan tempat perlindungan bagi penganutnya. Daya perlindungannya begitu besar, sehingga para penganutnya bersedia berjuang mati-matian untuk mempertahankan nilai-nilai itu. Misalnya perjuangan bangsa Indonesia mempertahankan nilai-nilai Pancasila dari nilainilai budaya asing yang tidak sesuai dengan budaya kita, seperti budaya minum-minuman keras, diskotik, penyalahgunaan narkotika, dan lain-lain. Nilai-nilai Pancasila seperti sopan santun, kerja sama, ketuhanan, saling menghormati dan menghargai merupakan benteng perlindungan bagi seluruh warga negara Indonesia dari pengaruh budaya asing yang merugikan.
  3. Pendorong. Nilai juga berfungsi sebagai alat pendorong (motivator) dan sekaligus menuntun manusia untuk berbuat baik. Karena ada nilai sosial yang luhur, muncullah harapan baik dalam diri manusia. Berkat adanya nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai cita-cita manusia yang berbudi luhur dan bangsa yang beradab itulah manusia menjadi manusia yang sungguh-sungguh beradab. Contohnya nilai keadilan, nilai kedisiplinan, nilai kejujuran, dan sebagainya.
Di samping fungsi nilai-nilai sosial yang telah kita bahas di atas, nilai sosial juga memiliki fungsi yang lain, yaitu sebagai berikut.
  1. Dapat menyumbangkan seperangkat alat untuk menetapkan harta sosial dari suatu kelompok.
  2. Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku.
  3. Penentu akhir bagi manusia dalam memenuhi perananperanan sosialnya.
  4. Alat solidaritas di kalangan anggota kelompok atau masyarakat.
  5. Alat pengawas perilaku manusia
Menurut Kluckhohn, semua nilai dalam setiap kebudayaan pada dasarnya mencakup lima masalah pokok berikut ini.
  1. Nilai mengenai hakikat hidup manusia. Misalnya, ada yang memahami bahwa hidup itu buruk, hidup itu baik, dan hidup itu buruk tetapi manusia wajib berikhtiar supaya hidup itu baik.
  2. Nilai mengenai hakikat karya manusia. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa manusia berkarya untuk mendapatkan nafkah, kedudukan, dan kehormatan.
  3. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu. Misalnya, ada yang berorientasi ke masa lalu, masa kini, dan masa depan.
  4. Nilai mengenai hakikat manusia dengan sesamanya. Misalnya, ada yang berorientasi kepada sesama (gotong royong), ada yang berorientasi kepada atasan, dan ada yang menekankan individualisme (mementingkan diri sendiri).
  5. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan alam. Misalnya, ada yang beranggapan bahwa manusia tunduk kepada alam, menjaga keselarasan dengan alam, atau berhasrat menguasai alam.
Jadi, nilai memegang peranan penting dalam setiap kehidupan manusia karena nilai-nilai menjadi orientasi dalam setiap tindakan melalui interaksi sosial. Nilai sosial itulah yang menjadi sumber dinamika masyarakat. Kalau nilai-nilai sosial itu lenyap dari masyarakat, maka seluruh kekuatan akan hilang dan derap perkembangan akan berhenti.

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz