Friday, August 24, 2012

Modul PLPG Sosiologi Bagian 1

BAB I
SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

Standar Kompetensi 
Setelah mempelajari pokok bahasan ini peserta PLPG diharapkan mampu mengidentifikasi sejarah perkembangan sosiologi, dan perspektif utama teori-teori sosiologi.

Kompetensi Dasar
Setelah mempelajari pokok bahasan ini peserta PLPG diharapkan dapat memahami sejarah perkembangan sosiologi, batasan menurut tokoh, hubunga sosiologi dengan ilmu-ilmu social lainnya serta kegunaan atau peranan sosiologi dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sosial.

Penyajian Materi 
1.        Latar Belakang Munculnya Sosiologi

Menurut Berger dan Berger, pemikiran sosiologi berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal yang selama ini dianggap sebagai hal yang memang sudah seharusnya demikian, benar, nyata- menghadapi apa yang oleh Berger dan Berger disebut threats to the taken-for-granted world. Manakala hal yang selama ini menjadi pegangan manusia mengalami krisis, maka mulailah orang melakukan renungan sosiologi.
L.Laeyendecker, mengaitkan kelahiran sosiologi dengan serangkaian perubahan berjangka panjang yang melanda Eropa Barat di Abad Pertengahan. Proses perubahan jangka panjang yang diidentifikasi Laeyendecker ialah (1) tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15, (2) perubahan di bidang sosial dan politik, (3) perubahan berkenaan dengan reformasi Martin Luther, (4) meningkatnya individualism, (5) lahirnya ilmu pengetahuan modern, (6) berkembangnya kepercayaan kepada diri sendiri, (7) revolusi industri serta (8) revolusi Perancis yang terjadi pada abad ke-18.
2. Sifat hakekat dan cirri-ciri utama sosiologi
Apabila sosiologi ditelaah dari sudut sifat hakekatnya, maka akan dijumpai beberapa petunjuk yang akan dapat membantu untuk menetapkan ilmu pengetahuan macam apakah sosiologi itu. Adapun sifat-sifat hakekatnya adalah:
  1. Sosiologi adalah suatu ilmu social dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
  2.  Sosiologi  merupakan disiplin ilmu yang kategoris bukan disiplin ilmu yang normatif 
  3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan bukan merupakan  ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (applied science) 
  4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkrit 
  5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian dan pola-pola umum. 
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional 
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus.
Sebagai ilmu sosial yang objeknya masyarakat, sosiologi mempunyai cirri-ciri utama sebagai berikut:
  1. Sosiologi bersifat empiris, yang berarti bahwa ilmu pengetahuan tersebut didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
  2. Sosiologi bersifat teoritis, yaitu ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka dari pada unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan untuk menjelaskan hubungan-hubungan sebab akibat, sehingga menjadi teori.
  3. Sosiologi bersifat kumulatif, yang berarti bahwa teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori yang lama.
Sosiologi bersifat non-ethis, yakni yang dipersoalkan bukanlah bentuk baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.


3.  Konsep Dan Perspektif Sosiologi
Perspektif Fungsional:
Auguste Comte (1798-1857)
Tokoh yang sering dianggap sebagai “Bapak Sosiologi” adalah Auguste Comte, seorang ahli filsafat dari Perancis. Comte mencetuskan pertama kali istilah sosiologi dalam bukunya : Course de PhilosophiePositive. Dalam buku tersebut Comte mengemukakan pandangannya mengenai “hukum kemajuan manusia” yang memiliki tiga tahap yakni: tahap teologi, tahap metafisika dan tahap positif. Pada tahap pertama manusia mencoba menjelaskan gejala di sekitarnya dengan mengacu pada hal yang bersifat adikodrati; pada tahap kedua manusia mengacu pada kekuatan metafisik atau abstrak; pada tahap terakhir manusia menjelaskan gejala-gejala alam dengan mengacu pada deskripsi ilmiah-didasarkan pada hulkum ilmiah.  
Emile Durkheim (1858-1917)                                   
            Durkheim merupakan seorang ilmuwan yang sangat produktif. Ia banyak menulis dalam majalah yang diterbitkannya, L’Ann’ee Sociologuque (1896). Buku The Division of Labor in Society (1968)  merupakan suatu upaya Durkheim untuk mengkaji suatu gejala yang sedang melanda masyarakat: pembagian kerja. Durkheim mengemukakan bahwa di bidang perekonomian seperti di bidang industry modern terjadi penggunaan mesin serta konsentrasi modal dan tenaga kerja yang mengakibatkan pembagian kerja dalam bentuk spesialisasi dan pemisahan okupasi yang semakin rinci. 

            Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Ia membedakan antara tipe utama solidaritas: solidaritas mekanik dan solidaritas organik. Solidaritas mekanik merupakan suatu tipe solidaritas yang didasarkan atas persamaan.  Buku Suicide  (1968) merupakan upaya Durkheim untuk menerapkan metode yang telah dirintisnya dalam Rules of Sociological Method untuk menjelaskan factor social yang menjadi penyebab terjadinya suatu fakta social yang konkret, yaitu angka bunuh diri.
Perspektif Konflik
Karl Marx (1818-1883)
Karl Marx lahir di Trier Jerman pada tahun 1818, ia lebih dikenal sebagai seorang tokoh sejarah ekonomi, ahli filsafat dan aktivis yang mengembangkan teori mengenai sosialisme yang kemudian hari dikenal dengan nama Marxisme dari pada seorang perintis sosiologi. Meskipun Marx bukan ahli sosiologi namun tulisannya mengandung sosiologi. Dalam buku “The Communist Manifesto” yang ditulisnya bersama Friedrich Engels. Marx berpandangan bahwa sejarah masyarakat manusia merupakan sejarah perjuangan kelas. Menurut Marx perkembangan pembagian kerja dalam kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda; kelas yang terdiri atas orang yang menguasai alat produksi, yang dinamakan kaum bourgeoisie, yang mengeksploitasi kelas yang terdiri atas orang yang tidak memiliki alat produksi, yaitu kaum proletar.
Lewis Coser
            Teori konflik Lewis Coser sering disebut teori fungsionalisme konflik, karena menekankan pada fungsi konflik bagi sistem social atau masyarakat.
Beberapa fungsi konflik menurut Coser:
  1. Konflik dapat memperkuat soloidaritas kelompok yang agak longgar. Dalam masyarakat yang terancam disintegrasinya, konflik dengan masyarakat lain bisa menjadi kekuatan yang mempersatukan.
  2. Konflik juga bisa menyebabkan anggota-anggota masyarakat yang terisolasi menjadi berperan aktif.
  3. Konflik juga bisa berfungsi untuk komunikasi.

Perspektif Interaksionisme Simbolik
Herbert Mead
Mead mengutip pendapat Leslie White, menyatakan bahwa symbol merupakan sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang mempergunakannya. Misalnya makna suatu warna tergantung pada mereka yang menggunakannya. Warna merah misalnya, dapat berarti berani, dapat berarti komunis, dapat pula berarti tempat pelacuran. Warna putih dapat berarti suci, dapat berarti berkabung dan dapat berarti menyerah. Kesucian hewan tertentu (misalnya sapi di India), orang tertentu (orang suci), benda tertentu (misalnya patung) dan sebagainya.

5. Fungsi Sosiologi Dalam Masyarakat dan Lingkungan
Sosiologi adalah suatu kajian tentang masyarakat dan hubungannya dengan lingkungan di mana masyarakat tersebut bertempat tinggal. Kajian tersebut memberikan pengetahuan bagi siapa saja yang mempelajarinya. Pengetahuan sosiologi memberi manfaat dan dapat diaplikasikan (diterapkan) dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjang keberhasilan seseorang dalam lingkungan masyarakatnya.
Menurut Horton dan Hunt (1993), dewasa ini beberapa profesi yang umumnya diisi oleh para sosiolog adalah:
  1. Ahli riset, baik itu riset ilmiah untuk kepentingan pengembangan keilmuan atau riset yang diperlukan sektor industri;
  2. Sebagai konsultan kebijaksanaan, khususnya ikut membantu untuk memperkirakan pengaruh dari kebijakan social tertentu;
  3. Sebagai teknisi atau yang popular disebut sosiolog klinis, yakni ikut terlibat di dalam kegiatan perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan masyarakat;
  4. Sebagai guru atau pendidik yang telibat dalam kegiatan belajar- mengajar; dan
  5. Sebagai pekerja sosial (social worker).
Dunia jurnalistik misalnya, adalah salah satu bidang yang banyak diminati dan mengangkat reputasi para sosiolog karena laporan maupun tulisannya yang “menggigit”. Di jajaran birokrasi, para sosiolog acapkali juga berpeluang menonjol kariernya karena kelebihannya dalam wawasan dan visinya atas nasib rakyat – terutama rakyat kecil yang rentan dan miskin. Di berbagai perusahaan atau sektor industri yang memiliki pusat penelitian dan pengembangan (litbang), sumbangan para sosiolog juga akan sangat dibutuhkan karena salah satu kelebihan sosiolog adalah kekuatannya di bidang penelitian.
Beberapa phenomena social yang dapat dikaji oleh sosiologi, antara lain:
Meningkatnya kemacetan lalu lintas
            Pada 10 tahun terakhir, arus lalu lintas terutama di wilayah perkotaan terasa kian meningkat. Hal ini terjadi karena lonjakan pertumbuhan ekonomi kelompok masyarakat tertentu yang mengakibatkan daya beli masyarakat terhadapkendaraan meningkat. Di satu sisi fenomena ini memang menguntungkan secara ekonomis  karena dapat menambah kinerja bagi mereka yang mempunyai usaha bisnis yang memerlukan dukungan transportasi. Tetapi di sisi lain, daya tampung badan jalan pada umumnya tidak lagi sebanding dengan arus lalu lintas para pengguna jalan, sehingga terjadinya kemacetan.

Meningkatnya pedagang kaki lima
               Berdasarkan pengamatan, jumlah pedagang kaki lima di beberapa kota di Indonesia melonjak setidaknya dua kali lipat dari masa-masa sebalumnya. Ini berarti telah terjadi alih profesi dari karyawan pabrik atau karyawan perusahaan menjadi pedagang kaki lima karena adanya PHK. Untuk memperbaiki kondisi ini, memang diperlukan perhatian dari berbagai pihak agar keberadaan pedgang kaki lima tidak sampai menimbulkan menimbulkan masalah terutama dalam hal kebersihan dan keteraturan. Pemerintah harus tanggap dan bijaksana dalam menyikapi persoalan tersebut tanpa merugikan baik terhadap pedadang kaki lima maupun pemerintah.

Meningkatnya rumah liar dan pemukiman kumuh
           Pada kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan sebagainya, telah terjasi fenomena sosial yang cukup memprihatinkan yaitu munculnya rumah-rumah liar yang tidak memenuhi standar hukum,  standar estetika dan standar kesehatan. Secara sosiologis ini merupakan suatu perkembangan masyarakat yang cukup menyedihkan. Di satu sisi mereka harus ditolong karena memerlukan uluran tangan berupa tempat tinggal yang layak, tetapi di sisi lain mereka tidak mampu mengikuti persyaratan untuk mempunyai sebidang tanah guna mendirikan bangunan tempat tinggal yang layak sebagaimana pemukiman pada umumnya. 

Meningkatnya Pengangguran
            Apabila diperhatikan pertumbuhan penduduk Indonesia setiap tahun berkisar antara 1,5 % hingga 1,8 % pertahun. Oleh sebab itu diperkirakan setiap tahun penduduk Indonesia bertambah sekitar 3 juta jiwa lebih, dan apabila tidak diikuti dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan maka akan semakin meningkat jumlah pengangguran. Pada bagian lain, resesi ekonomi yang telah mengakibatkan beberapa perusahaan kecil dan menengah gulung tikar sehingga harus melakukan PHK yang akan menambah semakin panjangnya deretan pengangguran dalam masyarakat.

1.    Latihan/Tugas
1.      Jelaskan latar belakang lahirnya sosiologi
2.      Coba anda buat intisari pokok-pokok pikiran dari beberapa tokoh sosiologi

3.    Tes Formatif
1.      Yang dikenal sebagai bapak sosiologi adalah ……
A.    Emile Durkheim                                        C. Auguste Comte
B.     Saint Simont                                             D. MaxWeber
2.    Sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas serta memperhalus teori-teori yang lama. Hal itu berarti bahwa sosiologi bersifat …..
A.    Empiris                                                      C. Non-etis
B.     Kumulatif                                                  D Normatif
3. Menurut Peter L.Berger, peristiwa yang melatarbelakangi munculnya kajian sosiologi adalah ……
A.    Perubahan bidang sosial politik di Eropa
B.     Revolusi industry dan munculnya kapitalisme
C.     Meningkatnya faham individualism
D.    Disintegrasi dalam agama Kristen
4.      Sosiologi lahir dari lontaran kekhawatiran seorang ahli filsafat Perancis yang bernama
A.    Herbert Spencer                                        C. Thomas Hobbes
B.     Aguste Comte                                           D. max Weber
5.      Sosiologi didasarkan pada hasil observasi, tidak spekulatif dan menggunakan akal sehat. Hal ini menunjukkan bahwa sosiologi bersifat …….
A.    Empiris                                                      C. Non Etis
B.     Teoritis                                                      D. Praktis

 
 

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz