Tuesday, July 24, 2012

Sifat-Sifat Ilmu Sosiologi

Sosiologi adalah studi ilmiah atau bisa juga disebut sebagai ilmu (science). Oleh karena itu, sebagai ilmu pengetahuan sosiologi harus mnemenuhi sifat-sifat ilmu pengetahuan. Kriteria yang bisa menyebutkan bahwa sosiologi merupakan ilmu adalah sebagai berikut:
  1. Sosiologi bersifat empiris, berarti bahwa sosiologi didasarkan pada hasil observasi (pengamatan) terhadap kenyataan dan akal sehat dan hasilnya tidak bersifat spekulatif. Sosiologi didasarkan pada pengamatan dan penalaran. Pengamatan berarti semua yang berhubungan  dengan panca indera manusia, yang dialaminya dalam kehidupan sosial.  Adapun penalaran adalah semua yang berhubungan  dengan akal budi manusia atau bersifat rasional (rasio atau akal budi manusia). Seringkaliu sifat empiris ini dihubungkan  dengan sifat ilmu yang dapat diuji dengan fakta. Sesuatu yang faktual tidak dapat disangkal kebenarannya karena dapat dilihat sendiri dengan mata kepala atau pancaindera.
  2. Sosiologi bersifat teoritis, artinya ilmu pengetahuan tersebut selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi tersebut merupakan kerangka  dari unsur-unsur yang tersusun secara logis serta bertujuan menjelaskan hubungan sebab-akibat sehingga menjadi teori. Suatu teori pada hakikatnya merupakan hubungan antara dua fakta atau lebih, atau pengaturan fakta menurut cara-cara tertentu. Fakta tersebut merupakan sesuatu yang dapat diamati  dan pada umumnya dapat diuji secara empiris. Oleh karena itu, dalam bentuknya yang paling sederhana, suatu teori merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih yang telah diuji kebenarannya.
  3. Sosiologi bersifat kumulatif. Kumulatif berasal dari kata Latin Cumulare yang berarti menimbun, memupuk, makin lama makin besar. Artinya teori-teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas, serta memperhalus teori-teori yang lama. Misalnya sosiologi pendidikan yakni teori sosiologi dipadukan denganb teori pendidikan dan dikaitkan dengan teori keluarga, karena dalam keluarga mengandung unsur pendidikan.
  4. Sosiologi bersifat nonetik, artinya yang dipersoalkan bukan baik buruknya fakta tertentu, melainkan tujuannya untuk menjelaskan secara analitis. Secara sosiologis, keberadaan anak jalanan dalam contoh tersebut tidak bisa dikatakan buruk dalam analisinya. Akan tetapi sosiologi berusaha menjelaskan tentang keberadaan anak jalanan dan penyebab-penyebabnya. Sosiologi bukan cabang ilmu yang membicarakan hal mana yang baik dan mana yang buruk. Cabang ilmu yang membahas hal tersebut adalah "etika".

0 comments:

Post a Comment

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Sponsor

Sponsor

Sponsor

Copyright © 2012. anaajat online - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz